Remaja umumnya mempertahankan minat-minat mereka sewaktu beralih ke masa dewasa. Tetapi minat pada masa dewasa kemudian akan berubah juga. Hal ini disebabkan karena beberapa minat yang dipertahankan dalam kehidupan dewasa tidak sesuai dengan peran sebagai orang dewasa, sedangkan yang lain tidak lagi memberikan kepuasan seperti semula.
Kondisi – kondisi yang mempengaruhi perubahan minat pada masa dewasa dini, antara lain sebagai berikut (Hurlock, 1980) :
1. Perubahan dalam kondisi kesehatan
Menjelang usia setengah baya, umumnya orang merasa bahwa kekuatan dan daya tahnnya tidak lagi seperti semula. Maka mereka bergeser pada minat-minat yang tidak begitu memerlukan kekuatan dan daya tahan, terutama dalam rekreasi mereka.
2. Perubahan dalam status ekonomi
Apabila status ekonomi membaik, orang cenderung memperluas minat mereka untuk mencakup hal-hal yang semula belum mampu mereka laksanakan. Sebaliknya kalau status ekonomi mengalami kemunduran karena tanggung jawab keluarg adan usaha yang kurang maju, orang cenderung untuk mempersempit minat mereka.
3. Perubahan dalam pola kehidupan
Orang muda harus meninjau kembali minat-minat lama mereka dari segi waktu, tenaga, dana, dan persahabatan mereka untuk mengetahui apakah persahabatan mereka untuk mengetahui apakah hal-hal ini sesuai dengan pola-pola kehidupan mereka yang baru atau apakah hal-hal itu masih memberikan kepuasan seperti dulu.
4. Perubahan dalam nilai
Nilai-nilai baru yang diperoleh seseorang mempengaruhi minat yang sudah ada atau dapat menumbuhkan minat baru.
5. Perubahan dalam seks
Pola kehidupan wanita dewasa sangat berbeda dengan pola kehidupan pria dewasa. Maka perbedaan minat berdasarkan seks menjadi semakin besar dibandingkan pada masa remaja.
6. Perubahan dari status belum menikah ke status menikah
Karena pola kehidupan yang berbeda, orang – orang yang tidak menikah memiliki minat yang berbeda dengan mereka yang menikah yang sama usianya.
7. Menjadi orang tua
Pada waktu orang-orang muda itu menjadi orang tua, mereka umumnya tidak mempunyai waktu, uang, atau tenaga untuk tetap melakukan minat mereka. Minat mereka berubah.orientasi pada kehidupan keluarga menggantikan orientasi pada diri. Apakah merekananti akan meneruskan lagi minat-minat lama mereka sesudah mereka tidak perlu lagi berperan sebagai orang tua sebagian besar tergantung pada seberapa jauh mereka merasakan kehilangan kesempatan mengembangkan minat ini dan sebagian pada kondisi umum kehidupan mereka.
8. Perubahan kesenangan
Apa yang disenangi dan tidak disenangi sangat mempengaruhi minat seseorang dan akan menjadi lebih kuat dengan bertambahnya usia dan ini menyebabkan minat yang mantap setelah ia dewasa.
9. Perubahan dalam tekanan-tekanan budaya dan lingkungan
Pada tiap tahapan umur, minat seseorang dipengaruhi oleh tekanan-tekanan dari kelompok sosialnya. Jika nilai-nilai kelompok sosial berubah, minat juga akan berubah.
Perubahan minat biasanya terjadi amat cepat pada masa remaja, se[erti perubahan-perubahan fisik dan psikologis. Jika perubahan tersebut berkurang, perubahan minat jug akan berkurang. Pergeseran minat yang merupakan cirri masa dewasa dini adalah berkurangnya pelbagai minat. Para remaja cenderung mengurangi jenis minatnya daripada mengubah dengan minat yang baru.
Selain itu perubahan kewajiban dan tanggung jawab tidak lalu menyebabkan minat juga ikut berubah, melainkan hanya terdapat pergeseran bobot pada minat baru jika ia bertambah tua, kecuali jika lingkungannya berubah sama sekali atau jika ia memperoleh kesempatan untuk mengmbangkan minat baru disamping adanya keinginan yang kuat untuk mengembangkan minat baru.
Meski variasi minat pada orang dewasa muda sangat luas, beberapa jenis minat tertentu dapat dianggap sebagai cirri orang dewasa muda dalam kebudayaan Amerika masa kini. Jenis minat ini dapat dibagi menjadi minat pribadi, minat rekreasional, dan minat sosial.
Minat Pribadi
- Penampilan. Ketika orang tumbuh dewasa, pria dan wanita telah belajar untuk menerima perubahan-perubahan fisik dan telah tahu pula memnfaatkannya. Dia sudah tahu bahwa penampilan yangmenarik adalah potensi kuat dalam pergaulan. Minat untuk meningkatkan penampilan mulai berkurang menjelang umur tigapuluhan, ketika ketegangan dalam pekerjaan dan rumah tangga terasa kuat. Namun minat kan penampilan muncul lagi jika mulai ada tanda-tanda ketuaan.
- Pakaian dan perhiasan. Orang mengetahui bahwa penampilan itu penting bagi keberhasilannya di semua bidang kehidupan, sehingga sering menghabiskan uang dan waktu untuk pakaian dan perhiasan dalam penyesuaian pribadi maupun sosial. Minat ini tidak menjadi berkurang seiring bertambahnya usia.selain meningkatkan penampilan, pakaian pada masa dewasa dini merupakan indikasi sttus soial, symbol individualitas, prestasi sosio-ekonomi, dan meningkatkan daya tarik.
- Symbol kedewasaan. Orang dewasa muda biasanya berusaha menunjukkan kepada orang lain bahwa dia bukan remaja lagi tapi sudah sepenuhnya dewasa dengan hak-hak, keistimewaan, serta tanggungjawab yang menyertainya. Jika orang-orang muda itu telah memantapkan dirinya sebagai orang dewasa melalui pekerjaan, perkawinan atau telah menjadi orang tua, kebutuhan akan lambing kedewasaan akan berkurang dan pudar.
- Symbol status. Symbol staus adalah tanda-tanda tertentu yang membedakan seseorang dengan orang lain. Bentuknya bisa berupa mobil, rumah dalam lingkungan bergengsi, keanggotakan klub, dan harga benda mewah lainnya. Rumah merupakan yang paling penting karena menentukan prestisenya di mata orang lain.
- Uang. Mereka tertarik pada uang karena dapat memnuhi kebutuhan saat ini, daripada untuk hari depan. Ada anggapan jika ia memiliki atau mengerjakan hal-hal yang ada dari kelompoknya, kepemilikan itu akan memepercepat penerimaan dalam kalangan itu serta memantapkan kedudukannya. Berbagai masalah yang ditimbulkan uang berasal dari kurangnya pengetahuan bagaimana memanfatkan uang secara bijaksana atau terbawa kebiasaan sewaktu masih remaja.
- Agama. Peacock menamankan periode usia duapuluhan sebagai ‘periode dalam kehidupan yang paling tidak religius.’ Mereka jarang ke tempah ibadah dan berdoa. Tapi jika sudah berkeluarga, minat ini kembali muncul karena dia memiliki tanggung jawab moral untuk membimbing anaknya. Factor yang mempengaruhi minat keagamaan pada mada dewasa dini adalah jenis kelamin, kelas sosial. Lokasi tempat tinggal, latar belakang keluarga, minat religius teman-teman, pasangan dan iman yang berbeda, kecemasa akan kematian, dan pola kepribadian.
Rekreasi
Istilah rekreasi diartikan sebagai kegiatan memberikan kesegaran atau mengembalikan kekuatan dan kesegaran rohani sesduah lelah bekerja atau sesudah mengalami keresahan batin. Banyak paktor yang mempengaruhi pola rekreasi orang dewasa dini, antara lain :
- Kesehatan. Orang-orang muda yang sehat dapa mengikuti bentuk rekreasi yang lebih luas serta fisik lebih melelahkan daripada mereka yang fisiknya lemah. Namun orang-orang yang sehat pun mengurangi bentuk-bentuk rekreasi yang melelahkan apabila mereka sudah setengah baya dan lebih banyak menghabiskan waktu dengan hiburan dan bentuk rekreasi yang tidak begitu menguras tenaga.
- Waktu. Orang dewasa tetap kekurangan waktu rekreasi disbanding saat masih remaja karena tanggung jawab rumah tangga dan keluarga, kewajiban terhadap organisasi atau perkumpulan mereka, atau keharusan untuk mencari pekerjaan tambahan supaya dapat memperoleh lambing status dianggap penting. Jadi mereka milih rekreasi yang paling memuaskan, praktis dari segi waktu dan uang.
- Status perkawinan. Bagi keluarga-keluarga besar kebanyakan rekreasi keluarga dilaksanakan di dalam rumah, yaitu dengan menonton televise, atau permainan-permainan lain yang melibatkan anggota-anggota keluarga.
- Status sosio-ekonomi. Golongan menengah punya lebih banyak waktu dan dapatmengikuti lebih banyak bentuk rekreasi, sebagian darinya berhubungan dengan pekerjaan, misalnya membaca. Golongan menengah umumnya mengambil tempat di rumah sedangkan orang muda golongan bawah umumnya ikut serta dengan bentuk-bentuk hiburan komersial di luar rumah.
- Jenis kelamin. Misalnya sebagian besar rekreasi wanita yang sudah berkeluarga terbatas pada bentuk – bentuk rekreasi di rumah.
- Penerimaan sosial.orang yang lebih popular akan lebih banyak meiliki kesempatan rekreasi sosial. Orang muda yang masih menyelesaikan sekolahnya, lebih banyak memiliki kesempatan rekreasi daripada yang sudah tidak sekolah lagi.
Sebuah analisis menunjukkan bahwa kegiatan itu berorientasikan keluarga atau lingkungan tetangga dan sangat berbeda dengan remaja. Peubahan in idisebabkan karena anak-anaknya yang masih kecil mengharuskan bentuk rekreasi yang berpusat pada ank. Bahkan bila anaknya sudah remaja, rekreasi orang tua masih juga beorientasi keluarga.
Bentuk – bentuk rekreasi pada usia dewasa dini misalnya sekedar berbincang-bincang, berdansa, atau olah raga dan permainan.
Menjamu (entertainment)
Budget yang terbatas dan tanggung jawab keluarga membatasi frekuensi jamu-menjamu antar orang-orang muda. Menjamu teman dan tetangga biasanya bersifat informal. Barbeque merupakan bentuk menjamu yang paling popular. Menjamu di rumah bisa untuk bermain kartu dengan sajian snack, makan malam sederhana, atau pesta minuman dan makanan kecil. Entertaimen bagi dewasa dini bisa berupa hobi yang dapat dikerjakan di rumah dan dapat dikerjakan sendiri tanpa perlu ditemani atau dibantu orang lain. Kemudian kegiatan yang akan meningkat lainnya adalah hiburan. Hiburan yang popular di kalangan orang dewasa dini antara lain :
- Membaca. Waktu yang terbatas membuat mereka selektif dalam memilih bacaannya. Biasanya mereka cenderung membaca surat kabar dan majalah.
- Mendengarkan music. Ini merupakan cara untuk mengenyahkan kebosanan dan rasa kesepian. Ada yang suka music pop sejak remaja, ada juga yang klasik.
- Film. Orang yang belum menikah sering menonton film. Jika sudah menikah, hal itu akan berkurang, apalgi jika harus mengurus anak ataumemilihkan film yang bisa ditonton juga oleh anak mereka.
- Radio. Banyak orang yang mengerjakan tugas ataukegiatannya sambil mendengarkan radio. Radio menyajikan berita maupun hiburan.
- Televise. Menonton televisi di malam hari adalah hiburan favorit bagi mereka yang sudah punya anak. Pria lebih menggemari acara olah raga dan wanita lebih menyukai komedi rumahtangga atau pemutaran ulang film terkenal.
Minat sosial
Dalam masa dewasa dini, orang sering merasa kesepian. Havighurst telah menjelaskan bahwa rasa kesepian pada masa dewasa dini terjadi karena periode itu merupakan periode yang kurang teroganisir dalm kehidupna seseorang, yang menandai transisi, dari lingkungan yang terbagi menurut umur ke lingkungan yang terbagi menurut status sosial. Dari sekian banyak pergeseran minat, terdapat perubahan yang paling sulit dan banyak ditemui. Hal tersebut antara lain :
- Perubahan dalam peran serta sosial. Beberapa factor yang mempengaruhi pertisipasi sosial pada masa dewasa dini yaitu : mobilitas sosial, status sosial-ekonomi, lamanya tinggal dalam suatu kelompok masyarakat, kelas sosial, kedaan lingkungan, jenis kelamin, umur kematangan seksual, urutan kelahiran, dan kenggotaan kelompok ibadah agama.
- Perubahan dalam persahabatan. Keinginan untuk popular dan banyak teman memudar perlahan. Mereka selektif dalam memilih teman. Meski temannya tidak banyak, tapi hubungannya lebih akrab.
- Perubahan dalam kelompok sosial. Keakraban dengan teman masa remaja biasanya berlanjut ke masa dewasa. Pada usia pertengahan tigapuluhan atau empatpuluhan, tema semakin banyak, tapi kurang berminat berganti teman. Ini menimbulakn hubungan yang erat dalam kelompok sosial. Salah satu masalah yang berhubungan dengan mobilitas kerja adalah sulitnya untuk mendapat teman baru yang akrab jika keluarga harus pindah ke lingkungan yangbaru.
- Perubahan nilai popularitas. Popularitas kurang penting bagi orang yang mendekati usia madya. Beberapa teman yang cocok lebih bernilai daripada kelompok besar yang kurang serasi atau akrab.
- Perubahan dalam status kepemimpinan. Orang dewasa meraih status kepemimpinan dengan berbagai cara. Kualitas yang penting bagi pemimpin dewasa antara lain : status sosial ekonomi yang tinggi, tingkat pendidikan yang lebih tinggi dibandingkan dengan mayoritas dalam kelompok, konsep pribadi yang realistis, tujuan yang realistic, kemampuan menyatakan perbedaan pendapat dengan bijaksana, kemampuan menerima keberhasilan atau kegagalan secara simpatik, kemmapuan dan kesedihan menerima wewenang, kemampuan dan kesedian berkomunikasi dengan orang lain, dan kesediaan bekerja untuk kelompok.

